Home
Info
Sejarah...
Geografi...
Struktur Sosial...
Pemimpin Rakyat...
Pariwisata...
Bisnis...
Forum
Chat
Daftar Kata-kata
Daftar Buku
Links
Baca Buku Tamu
Teken Buku Tamu

Mohon bantu
dengan
sumbangan

Home >>Daftar Kata-kata M

start search at Astart search at Bstart search at Cstart search at Dstart search at Estart search at Fstart search at Gstart search at Hstart search at Istart search at Jstart search at Kstart search at Lstart search at Mstart search at Nstart search at Ostart search at Pstart search at Qstart search at Rstart search at Sstart search at Tstart search at Ustart search at Vstart search at Wstart search at Xstart search at Ystart search at Z

M         

Manarow         

Nama lama untuk pulau Manado Tua.

Lihat Manado

Manado         

Awalnya nama kota Manado adalah Wenang (nama jenis pohon yang dalam bahasa Latin disebut: Macaranga Hispida) yang terletak di teluk di daratan Sulawesi Utara.
Di seberang pemukiman Wenang, di laut, dan berhadapannya, terdapat pulau yang bernama Manarow, asal dari bahasa Tontemboan, yang berarti "sesuatu yang terletak di seberang", yaitu pulau batu atau pulau gunung. Pulau ini yang sekarang kita kenal dengan nama Manado Tua. Pemimpin dari masing-masing kampung kepulauan disebut "Kolano", istilah dari budaya masyarakat Moro di Mindanao (Filipina-Selatan).
Kehidupan penduduk di Manarow tidak tenteram karena banyaknya serangan dari luar. Selain pasukan kerajaan Bolaang Mongondow, juga dari bajak laut dari kepulauan Filipina. Para Kolano kewalahan mempertahankan diri hingga tercerai berai. Ada yang bermukim di kepulauan Sangir dan Talaud. Untuk mengatasi keadaan tersebut, para kolano menghubungi taranak Tombuluh di Wenang, daratan Minahasa guna memperoleh bantuan menyelamatkan penduduk Manarow.
Sebagai hasilnya, pihak Dewan Pakasaan Tombuluh mengizinkan penduduk Manarow bermukim di daerah "Sindulang," di muara sungai Tondano yang sekarang menjadi sungai Manado.
Wenang mulai berkembang sejak kedatangan musafir Spanyol dan Portugis dipertengahan abad XVI. Ketika Spanyol, yang awalnya mendarat di Manarow mulai mengembangkan program budaya kofi menggusur budaya minum teh di daratan Cina, Manado mendapat peranan sebagai pusat niaga. Sejak saat itu Wenang mulai mendapat perhatian "orang Gunung" -sebutan penduduk asli Minahasa- terutama setelah dibangun sekolah-sekolah dan gereja oleh misionares Katholik Portugis dan Spanyol yang berlanjut dengan gereja-gereja Protestant dari Belanda dan Jerman.
Nama Manado mulai tercantum dalam peta dunia pada tahun 1541 oleh kartografer Spanyol, Nicolas Desliens. Mulanya bukan dalam bentuk kota, tetapi pulau Manarow. Kemudian pada tahun 1590, Loco, seorang pelaut Spanyol menempatkan Manado sebagai nama laut.Lama-lama, sebab pusat niaga berada di daratan, di Wenang, Wenang diidentifikasikan dengan nama Manado, dan Manarow menjadi Manado Tua.
Perhatian: Manado kadang-kading ditulis Menado

Mapalus         

Mapalus merupakan suatu institusi warisan leluhur di tanah Toar and Lumimu'ut (sebuah sebutan bagi daerah Minahasa) yang orientasi aktivitasnya didasarkan pada falsafah hidup masyarakat Minahasa yaitu Si Tou Timou Tumou Tou.
Mapalus sebagai modal sosial adalah salah satu factor penentu percepatan pembangunan yang esensial dengan sistem kerjasama yang baik dengan asumsi pokok bahwa setiap individu akan memberikan kontribusi yang significant terhadap produk kelompok. Maka: Masyarakat selalu siap membantu satu dengan yang lain.

Mawalak         

Mawalak artinya membahagi tanah sesuai banyaknya cabang keturunan.

 Check :  Tu’ur Imbalak, Ipawalak, Walak

Minahasa         

Nama Minahasa berasal dari Mina'esa, yang artinya "Kesatuan Walak-walak". Kesatuan walak-walak ini, mulai 670 di Watu Pinawetengan, diperlukan untuk melawan kelompok Bolaang Mongondow, musuh mereka bersama. Kelompok Bolaang Mongondow jadi dilawan dengan pasti pada tahun 1693.

Muntu-Untu         

Muntu-Untu adalah istilah pemimpin yang tertinggi.
Kira-kira 1000 tahun sebelum masehi orang Minahasa yang berbudaya Malesung telah mengenal pemerintahan yang teratur dalam bentuk kelompok Taranak secabang keturunan misalnya turunan opok Soputan, Makaliwe, Mandei, Pinontoan, Mamarimbing. Pemimpin tertinggi mereka adalah yang bergelar Muntu-Untu, yang memimpin musyarah di Watu Pinwetengan pada abad ke–7.
Ada tiga nama dotu Muntu-Untu dalam legenda Minahasa yakni Muntu-Untu abad ke-7 asal Toungkimbut (Tontemboan). Muntu-Untu abad 12 asal Tonsea - menurut istilah Tonsea -. Dan Muntu-Untu abad 15 jaman Spanyol berarti ada tiga kali musyawarah besar di Batu Pinawetengan untuk berikrar agar tetap bersatu


© 2004 by Roderick. All rights reserved.write comments to: